Lirik Lagu D'Lloyd: Ibarat Air Di Daun Keladi

Tazkia 2903 views
Lirik Lagu D'Lloyd: Ibarat Air Di Daun Keladi

Lirik Lagu D'Lloyd: Ibarat Air Di Daun Keladi

Hey guys! dengerin lagu-lagu lawas yang ngena banget di hati? Salah satunya tuh lagu dari D’Lloyd yang judulnya “Ibarat Air di Daun Keladi”. Wah, judulnya aja udah bikin penasaran, kan? Nah, kali ini kita bakal kupas tuntas liriknya, di baliknya, dan kenapa lagu ini masih aja hits sampai sekarang. Siap-siap nostalgia bareng, yuk!

Mengenal D’Lloyd Lebih Dekat

Sebelum kita nyelam ke liriknya, kenalan dulu yuk sama D’Lloyd. Buat kalian yang mungkin masih muda, D’Lloyd ini adalah salah satu grup musik legendaris Indonesia yang eksis sejak tahun 1970-an. Mereka tuh masterpiece-nya musik pop Indonesia pada masanya. Bayangin aja, mereka udah malang melintang di dunia musik bertahun-tahun, dan karya-karyanya masih sering kita dengar sampai sekarang, bahkan di radio-radio zaman now! Grup ini terkenal dengan gaya musiknya yang khas, yang indah, lirik yang puitis, dan tentu saja, sound organ yang Anggotanya ada almarhum Deddy Dores, Chintami Atmanegara, Ateng, dan masih banyak lagi yang silih berganti. Keren banget kan, mereka bisa bertahan dan terus berkarya lintas generasi. Pengaruh D’Lloyd dalam musik Indonesia itu nggak main-main, guys. Mereka membuka jalan bagi banyak lain dan membuktikan kalau musik berkualitas itu punya tempat tersendiri di hati pendengarnya. Jadi, kalau ngomongin musik pop Indonesia yang punya soul, D’Lloyd itu wajib banget masuk daftar. Lagu “Ibarat Air di Daun Keladi” ini salah satu bukti nyata kehebatan mereka dalam merangkai kata dan nada yang bisa bikin kita merinding disko. Nggak heran kalau lagu ini sampai sekarang masih banyak dicari dan dinyanyikan ulang. Ini bukan sekadar lagu, tapi sebuah warisan budaya musik Indonesia yang berharga banget buat kita jaga. Jadi, sebelum kita ngulik liriknya, apresiasi dulu yuk perjuangan D’Lloyd dalam menciptakan karya-karya abadi ini. Mereka tuh inspirasi banget buat kita yang cinta musik Indonesia.

Also read: CNN 10: Daily Student News Explained

Lirik Lagu “Ibarat Air di Daun Keladi”

Oke, guys, langsung aja kita bedah ya. Siapin tisu kalau-kalau baper, hehe.

(Verse 1) Kau bagai air di daun keladi Semakin kau siram ia semakin pergi Oh sayang, mengapa begini Kasihmu hilang bagai mimpi

(Chorus) nasibnya orang berduka Tiada tempat mengadu pun tiada Oh sayang, sudikah kau kembali Peluklah daku dalam tangis dan sepi

(Verse 2) Oh sayang, mengapa begini Kasihmu hilang bagai mimpi

(Chorus) nasibnya orang berduka Tiada tempat mengadu pun tiada Oh sayang, sudikah kau kembali Peluklah daku dalam tangis dan sepi

(Outro) Ibarat air di daun keladi Semakin kau siram ia semakin

Nah, gimana? Dengerin liriknya aja udah kerasa ya nuansa sedih dan kehilangan yang mendalam.

Analisis Makna: Cinta yang Tak Terbalas atau Cuma Ilusi?

Sekarang, kita coba pahami nih arti dari lirik lagu “Ibarat Air di Daun Keladi” ini. Kata ada di bagian verse pertama: “Kau bagai air di daun keladi, semakin kau siram ia semakin pergi”. Kiasan ini tuh powerful banget, guys. Daun keladi itu kan permukaannya licin dan berair, jadi air yang jatuh di atasnya itu cenderung menggelinding dan nggak menempel. Nah, di sini, ‘air’ itu diibaratkan dengan cinta atau kasih sayang yang diberikan. Kalau kita terus-menerus ‘menyiram’ atau berusaha mendekati seseorang, tapi orang itu malah semakin menjauh, itu rasanya kayak air yang jatuh di daun keladi. Susah banget buat ‘nempel’ atau didapatkan. Jadi, lirik ini menggambarkan sebuah hubungan yang nggak pasti, di mana usaha si ‘aku’ untuk mendapatkan cinta si ‘dia’ malah membuat si ‘dia’ semakin menjauh. Mungkin si ‘dia’ memang nggak tertarik, atau mungkin ada alasan lain yang membuat ia menghindar. Intinya, ada ketidakcocokan atau ketidakseimbangan dalam upaya meraih cinta. Permasalahan utama dalam lagu ini adalah ketidakmampuan untuk mempertahankan atau meraih kasih sayang yang diinginkan. Si ‘aku’ merasa penderitaan karena cintanya tak terbalas, bahkan usahanya untuk mendekat malah membuat jarak semakin lebar. Ini adalah situasi yang sangat menyakitkan, di mana harapan pupus seiring berjalannya waktu dan usaha yang dilakukan. Lagu ini menangkap momen krusial dalam sebuah hubungan, yaitu ketika salah satu pihak terus berjuang sementara pihak lain terus menarik diri. Perasaan putus asa dan kesedihan mendalam tergambar jelas, menciptakan suasana melankolis yang kuat. Si ‘aku’ merasa tak berdaya dan sendirian dalam perjuangannya, seolah tak ada lagi tempat untuk bersandar. Ketiadaan tempat mengadu menunjukkan tingkat isolasi emosional yang dialami. Ini adalah kondisi di mana seseorang merasa sangat terasing dan memiliki dukungan, bahkan dari orang yang dicintai. Pengulangan lirik “Oh sayang, mengapa begini, kasihmu hilang bagai mimpi” menegaskan rasa kecewa dan kebingungan yang mendalam. Seperti mimpi, cinta yang diharapkan ternyata hanya ilusi yang menghilang begitu saja, meninggalkan kekosongan dan luka. Harapan untuk kembali dan mendapatkan pelukan dalam tangisan dan kesepian menunjukkan kerinduan yang mendalam akan kehadiran dan dukungan. Ini adalah permintaan putus asa dari seseorang yang merasa hancur dan membutuhkan kehangatan untuk bangkit kembali. Keseluruhan lirik lagu ini menciptakan gambaran yang suram tentang cinta yang tak terjangkau dan perasaan kesepian yang mendalam, menjadikannya sebuah karya yang sangat emosional dan menyentuh hati para pendengarnya.

Mengapa Lagu Ini Masih Relevan?

Zaman boleh berganti, musik juga terus berkembang, tapi kenapa lagu “Ibarat Air di Daun Keladi” ini masih aja disayangin sampai sekarang? Ada beberapa guys.

Kesimpulan: Pelajaran dari Air di Daun Keladi

Jadi, guys, lagu “Ibarat Air di Daun Keladi” dari D’Lloyd ini bukan cuma sekadar lagu Ini adalah sebuah refleksi mendalam tentang kompleksitas hubungan manusia, terutama dalam hal cinta dan penerimaan. Kiasan air di daun keladi itu mengajarkan kita bahwa ada kalanya usaha kita tidak membuahkan hasil yang kita dan kita perlu belajar untuk menerima kenyataan. Meskipun lagu ini menggambarkan kesedihan, ia juga menawarkan pelajaran tentang pentingnya menerima situasi yang sulit dan mencari kekuatan dalam diri sendiri. Terkadang, cinta yang kita justru menjauh, dan kita harus belajar move on dan mencari kebahagiaan di lain. Pesan tersiratnya adalah tentang kebijaksanaan dalam mencintai, yaitu mengetahui kapan harus berjuang dan kapan harus melepaskan. Lagu ini juga mengingatkan kita untuk menghargai setiap momen kebersamaan dan tidak menyia-nyiakan kasih sayang yang sudah kita miliki. Kehilangan cinta yang dirasakan dalam lagu ini menjadi pengingat akan betapa berharganya hubungan yang baik. Bagi mereka yang sedang merasakan hal serupa, semoga lagu ini bisa menjadi teman dan pengingat bahwa kamu tidak sendirian. Dan buat yang belum pernah dengar, yuk cobain Dijamin bakal baper tapi juga bikin merenung. Musik D’Lloyd nggak ada matinya, kan? Karya mereka terus hidup, menginspirasi, dan menyentuh hati banyak orang, membuktikan bahwa musik yang tulus akan selalu menemukan jalannya sendiri di hati pendengarnya.